Wajib Miliki Asuransi,Aturan Baru Bagi WNA Yang Ingin Berkunjung Ke Indonesia

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan peraturan terbaru untuk perjalanan udara asing, yang akan mulai berlaku pada 3 Februari 2022. Salah satunya adalah memiliki asuransi kesehatan bagi orang asing yang berkunjung ke Indonesia.

Berdasarkan peraturan baru, warga negara asing harus memberikan bukti kepemilikan asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal US$25.000 atau setara dengan Rp. 359,8 juta (kurs Rp 14.392). Cakupan ini juga harus mencakup pendanaan untuk penanganan COVID-19.

Aturan baru tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Luar Negeri Dengan Angkutan Udara Selama Pandemi Covid-19.
Kementerian Perhubungan juga mewajibkan orang asing untuk melampirkan bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran akomodasi selama berada di Indonesia.

“Anda (orang asing) juga wajib menunjukkan bukti kepemilikan asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal US$25.000, termasuk dana untuk penanganan COVID-19,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto. dalam siaran persnya pada Minggu, 6 Februari 2022.

Ia juga mengatakan selama berlakunya SE, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang bepergian ke luar negeri untuk tujuan pariwisata hanya bisa melewati tiga bandara.

Ketiganya adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Bandara Hang Nadim, Batam, dan Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang.

Novie memastikan pihaknya akan mengawal maskapai dan calon penumpang. Ia mengingatkan maskapai penerbangan yang melayani penumpang di luar wilayah kedaulatan Indonesia agar penumpang yang dibawa harus mematuhi peraturan negara tujuan penerbangan.
Angkutan udara wajib melaporkan jadwal kedatangan calon penumpang dan pesawat, serta memberikan daftar awak dan muatan yang diangkut kepada ketua Panitia Fasilitasi Bandar Udara, penyelenggara bandar udara, Satgas Bandar Udara dan Kantor Kesehatan Pelabuhan, kata Novie.

Ia juga menyampaikan, WNI dan WNA dengan tujuan selain pariwisata dapat datang melalui bandar udara yang ditetapkan sebagai pintu masuk sesuai peraturan perundang-undangan terkait pintu masuk, lokasi karantina, dan kewajiban RT-PCR bagi WNI yang bepergian ke luar negeri.