Tujuan Pendidikan Dan Jenis-jenis pendidikan

Salah satunya tujuan khusus yang perlu diorientasikan dalam pendidikan adalah meningkatkan potensi dan mendidik manusia menjadi lebih baik. Tujuan pelatihan ini terdapat dalam  UU No. 20 Tahun 2003 yang berbunyi sebagai berikut:

 

“Peningkatan ketrampilan dan pembentukan karakter serta peradaban bangsa yang pantas dalam rencana mencerdaskan kehidupan bangsa mempunyai tujuan untuk mengembangnya kekuatan peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bermoral mulia, sehat, memiliki ilmu, mahir, inovatif, mandiri, dan menjadi masyarakat negara yang demokratis dan bertanggung jawab”.

 

Namun, saat sebelum kita mengulas lebih jauh tujuan pendidikan nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, terlebih dahulu kita harus mempertimbangkan evolusi tujuan pendidikan dari awal kemerdekaan sampai sekarang ini. Berikut adalah tujuan pendidikan dari peraturan yang diambil oleh pemerintahan Indonesia dari tahun ke tahun:

 

Tujuan pendidikan menurut UU No. 4 Tahun 1950

 

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 atau diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1954 sebagai Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang pertama kali diambil dan diaplikasikan oleh Pemerintahan Indonesia. Penyelenggaraan pendidikan sebenarnya tidak lahir begitu saja, pendidikan Indonesia telah melalui proses yang panjang untuk mencapai keunikan pendidikan Indonesia itu sendiri.

 

Pendidikan tersebut tidak menyiapkan kehidupan, tapi pendidikan adalah kehidupan untuk kemanusiaan tersebut.Meskipun pemerintahan Indonesia sudah menetapkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 di awal kemerdekaan, tetapi proses pendidikan yang berjalan dalam masyarakat masih tetap berjalan dan memanfaatkan sistem pendidikan penjajahan, dan perlahan mulai diaplikasikan.

 

Sebagai undang-undang yang ditetapkan oleh negara yang baru merdeka, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 mempunyai tujuan untuk beralih dari sistem pendidikan penjajahan ke yang lebih memperhatikan beberapa orang yang baru merdeka. Semangat pembebasan bangsa Indonesia adalah tujuan khusus dari undang-undang ini. Ini bisa disaksikan pada Pasal 3 dan Pasal 4 berikut ini:

 

  1. Pasal 3

Berdasarkan Bab III Pasal 3 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950, tujuan pendidikan negara Indonesia yakni mencerdaskan bangsa yang mahir dan jadikan mereka masyarakat negara yang demokratis dan bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyat dan tanah air Indonesia.

 

  1. . Pasal 4

Berdasarkan Bab II Pasal 4 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950, tujuan pendidikan dan pengajaran yang ingin diraih adalah mewujudkan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bermoral mulia, memiliki ilmu dan trampil, sehat rohani dan jasmani serta berkepribadian. mempunyai ketegasan dan kemandirian serta rasa tanggung-jawab sosial dan kebangsaan. Tujuan pendidikan secara langsung sesuai dengan beberapa prinsip yang terdapat di dalam Lima Sila Pancasila dan tercantum pada UUD 1945.

 

Tujuan Pendidikan Menurut UU No. 2 Tahun 1985

 

Kemudian, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 jadi dasar tujuan pendidikan pada masa-masa awalnya kemerdekaan. Perubahan jaman pada akhirnya menggerakkan pemerintah era Presiden Soeharto untuk lakukan penambahan tujuan dari sistem pendidikan Indonesia.

 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1985, tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk meningkatkan manusia seutuhnya. Makna manusia seutuhnya yang diberikan dalam Pasal 4 bisa disimpulkan secara luas sebagai manusia yang cerdas.

 

Ini sesuai dengan delapan tipe kepandaian yang tercantum pada Renstra Kemendiknas, yakni: keimanan dan ketaqwaan ke Tuhan Yang Maha Esa, adab mulia, ketrampilan dan pengetahuan yang ideal, kesehatan rohani dan jasmani yang bagus, dan personalitas yang kuat dan mandiri. serta mempunyai rasa tanggung jawab dalam soal bermasyarakat dan berkebangsaan.

 

Tujuan pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003

 

Berdasarkan Bab II Pasal 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, dasar pendidikan nasional adalah pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Secara normatif, ketentuan dasar pendidikan rakyat ini menunjukkan kesamaan dengan hukum sebelumnya.

 

Selain itu, mengacu pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional disebutkan jika tujuan pendidikan nasional adalah berkembangnya kekuatan peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki iman dan bertakwa ke Tuhan Yang Maha Esa, bermoral mulia, dan bermoral mulia. bermoral mulia dan sehat, memiliki ilmu, mahir, inovatif. , berdikari dan jadi masyarakat negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

 

Tujuan Pendidikan Nasional Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 sebagai tujuan pendidikan yang menjadikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai dasar penyelenggaraan pendidikan.

 

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, bisa disimpulkan jika tujuan pendidikan Indonesia untuk meningkatkan kekuatan peserta didik, dalam hal ini peserta didik menjadi manusia yang memiliki iman dan bertakwa ke Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu peserta didik diharap mempunyai kepribadian yang bermoral mulia, memiliki ilmu, berdikari, bermoral mulia, inovatif dan sehat, dan yang paling penting adalah membuat peserta didik menjadi warga negara yang mempunyai sikap demokratis dan bertanggung jawab.

 

Mendapat dan meningkatkan pendidikan bisa memberi tekad atau motivasi ke pelajar menjadi pribadi yang lebih bagus dalam berbagai faktor kehidupan. Pendidikan yang bagus dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi sebagai persyaratan penting untuk lebih memajukan bangsa Indonesia.

 

UU No. 20 Tahun 2003 mengatur batas mengenai apakah itu pendidikan. Peringatan itu dipertegas jika pendidikan adalah usaha sadar serta terencana yang dilakukan untuk membuat situasi dan proses belajar agar peserta didik bisa berperan aktif dalam meningkatkan kekuatan dianya sendiri.

 

Usaha peningkatan kekuatan itu akan menolong peserta didik berkekuatan religius dalam soal keagamaan, pengaturan diri, kepandaian, adab mulia, personalitas, dan kekuatan yang diperlukan peserta didik secara individu, masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Jenis-jenis pendidikan

Setelah memahami tujuan pendidikan, kita akan membahas jenis-jenis pendidikan. Berikut dijelaskan tiga jenis pendidikan, yaitu pendidikan formal, pendidikan non-formal, dan pendidikan informal:

 

  1. Pendidikan formal

Pendidikan formal sebagai wujud pendidikan yang terancang karena menjadi tanggung jawab kementerian. Pendidikan formal biasanya mencakup tingkatan pendidikan dimulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar (SD), pendidikan menengah (SMP), pendidikan menengah (SMA) dan pendidikan tinggi (perguruan tinggi).

 

  1. Pendidikan non-formal

Pendidikan non-formal yakni wujud pendidikan di luar pendidikan formal yang dikerjakan dengan bertahap dan terancang. Jenis pendidikan ini disamakan dengan capaian program pendidikan formal melalui proses penilaian oleh pihak yang berkuasa. Misalnya antara lain sarana pelatihan, ponpes, taklim rate, playgroup, sanggar dan lain-lain.

 

  1. Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah pendidikan yang mengambil sumber dari keluarga dan lingkungan. Pendidikan informasi mempunyai tujuan agar pelajar bisa belajar lebih mandiri. Bentuk pendidikan informal yang sering kita temui seperti agama, akhlak, etika, budi pekerti, akhlak dan sosialisasi.