Tips Mengatur Keuangan Agar tidak Boros !!!

Mendapatkan gaji bulanan yang tinggi mungkin menjadi dambaan hampir semua orang. Selain itu, dengan berbagai kebutuhan yang terus meningkat, masalah keuangan bisa muncul jika pendapatan tidak meningkat seperti yang diharapkan.

Namun bagi Anda yang mungkin tidak memiliki penghasilan yang cukup, tidak perlu berkecil hati karena kita bisa mengatasinya dengan mengelola keuangan sebaik mungkin. Anda perlu mengatur gaji bulanan Anda dengan hati-hati agar tidak tergoda untuk berhutang, terutama untuk keperluan sampingan yang kurang penting.

Padahal, besarnya gaji tidak menjamin kebahagiaan seseorang dan terpenuhinya segala kebutuhan hidupnya. Masalah utamanya adalah bagaimana cara bersyukur dan mengelola keuangan dengan sebaik mungkin. Karena ada orang yang gajinya ratusan juta setiap bulannya, tapi keluhannya masih kurang.

Bahkan, gaji Rp 4 juta hingga Rp 5 juta sebenarnya bisa tenang jika bisa mengatur keuangan dengan baik. Agar hasil kerja keras dan keringat Anda tidak “berdarah” setiap bulannya, Anda harus pandai menyisihkan gaji untuk ditabung. Tapi apakah Anda sudah tahu cara menghitung jumlah yang perlu dimasukkan dalam tabungan?

Gunakan 50-30-20. metode
Metode 50/30/20 adalah cara ampuh untuk mengatur keuangan bulanan agar tidak boros. Seringkali orang menghabiskan begitu banyak uang sehingga mereka melupakan kebutuhan dasar. Alokasi gaji yang tidak tepat dapat mempersulit orang untuk mengatur keuangannya. Untuk melakukan ini, Anda perlu memilih jenis manajemen keuangan yang tepat.

Elizabeth Warren, salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia menurut Times Magazine, mempopulerkan metode ini untuk pertama kalinya. Menetapkan penghasilan dengan menggunakan metode 50-30-20 mudah dilakukan oleh siapa saja dari semua lapisan masyarakat. Mulai dari yang berpenghasilan tinggi hingga yang berpenghasilan minim. Oleh karena itu, metode ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam perencanaan keuangan.

Sederhananya, metode 50-30-20 ini menggunakan 50 persen pendapatan Anda untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk memenuhi keinginan pribadi, dan 20 persen lainnya untuk tabungan.

Secara lebih terstruktur, Anda bisa menerapkan metode penganggaran gaji 50-30-20 sebagai berikut:

1. Alokasi 50 persen gaji untuk kebutuhan pokok
Sebagian besar penghasilan Anda harus menutupi kebutuhan dasar sehari-hari Anda. Ini mengharuskan Anda untuk menghabiskan 50 persen dari pendapatan Anda untuk membeli bahan makanan, perlengkapan mandi, listrik, pinjaman, obat-obatan, transportasi, asuransi, dan sebagainya. Pastikan Anda menghitung 50 persen dari pendapatan bersih Anda setiap bulan. Agar lebih optimal, Anda bisa membuat daftar pengeluaran setiap bulannya agar tidak mengalami overspending.

Misalkan penghasilan Anda Rp 4 juta, maka Anda bisa membelanjakan Rp 2 juta untuk menutupi kebutuhan pokok tersebut. Dalam hal ini, Anda harus bisa mengenali prioritas item pengeluaran dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

2. Alokasi 30 persen gaji untuk keinginan
Selanjutnya, Anda bisa mengalokasikan 30 persen dari gaji Anda untuk kebutuhan hiburan atau hal-hal yang Anda inginkan. Misalnya berlangganan layanan streaming film, jalan-jalan, staycation, belanja, dan lain sebagainya. Setiap orang juga membutuhkan kepuasan diri, bukan? Nah, Anda bisa menggunakan 30 persen dari penghasilan Anda untuk memenuhi keinginan Anda sebagai semacam pemuasan diri! Kategori ini mencakup pengeluaran sekunder atau tersier di luar kebutuhan pokok setiap bulannya.

3. Alokasi 20 persen gaji untuk tabungan dan investasi
Kegiatan menabung dan berinvestasi merupakan bagian penting dari pengelolaan keuangan. Untuk menghemat uang darurat, Anda bisa mengalokasikannya ke rekening khusus agar bisa menyiapkan uang dalam situasi yang tidak terduga.

Selain menabung, berinvestasi dapat mengoptimalkan pendapatan Anda untuk mempersiapkan tujuan keuangan masa depan. Misalnya, Anda ingin mempersiapkan biaya menikah, membeli rumah, membeli mobil, menabung untuk masa pensiun, dan lain sebagainya.

Seringkali orang menginvestasikan sebagian dari pendapatan mereka dalam kendaraan investasi berisiko rendah seperti reksa dana. Pilih jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko, tujuan keuangan, dan cakrawala investasi Anda untuk mencapai imbal hasil yang optimal.

Selain dana investasi, emas batangan atau logam mulia juga bisa dijadikan pertimbangan untuk investasi dengan tujuan jangka panjang. Kemudian Surat Berharga Negara (SBN) Ritel dapat dipilih untuk diversifikasi investasi karena menawarkan imbal hasil yang menarik dan juga aman dengan kupon dan pokok yang dijamin 100 persen oleh pemerintah.