Bisnis Catering

Tips Memulai Bisnis Katering

Bisnis Catering

 

Apakah Anda baru memulai bisnis katering? Simak tipsnya di bawah ini. 8+ tips untuk memulai bisnis katering rumahan dengan anggaran kecil

 

Salah satu bisnis makanan yang digemari oleh para pengusaha adalah bisnis katering. Selain keuntungan yang signifikan, bisnis ini juga bisa disebut sebagai “hobi berbayar” bagi orang-orang yang hobi memasak.

 

Dalam setiap perusahaan yang dikelola tentunya selalu ada tantangan, tantangan kecil maupun besar.

 

Mengambil langkah awal yang salah dalam memulai bisnis katering dapat mengakibatkan perusahaan tidak berkembang atau bahkan gulung tikar.

 

Tapi jangan khawatir, simak tips memulai bisnis restoran berikut ini dengan modal kecil.

 

  1. Tentukan jenis katering

Tentu saja, sebelum Anda memulai bisnis katering, Anda perlu mengetahui katering seperti apa yang digeluti dan dipasarkan.

 

Mengingat banyaknya jenis usaha jasa makanan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah fokus pada satu jenis terlebih dahulu.

 

Jenis perusahaan katering apa yang dapat Anda pilih?

 

  1. Katering pesta

 

Seperti namanya, perusahaan catering pesta ini berarti Anda melayani pesanan makanan khusus untuk acara pesta yang lebih besar.

 

Contohnya adalah pernikahan, pesta ulang tahun dan lain-lain.

 

Jenis bisnis ini membutuhkan perencanaan dan manajemen yang cermat. Ini bukan lagi katering kecil, Anda harus menyiapkan makanan dalam jumlah besar untuk prasmanan atau makanan a la carte.

 

  1. Katering perusahaan/kantor

Tujuan dari bisnis ini adalah perusahaan dengan jumlah karyawan yang banyak.

 

Biasanya perusahaan membutuhkan catering dalam bentuk buffet yang disajikan di kantor atau di pabrik.

 

Ada juga beberapa kantor yang membutuhkan catering dengan porsi besar untuk kebutuhan rapat dan gathering antar cabang.

 

  1. Katering sekolah

Tantangan menjalankan usaha catering untuk anak sekolah terletak pada jenis makanan yang ditawarkan.

 

Karena anak sekolah sangat membutuhkan nutrisi yang baik, sebagai penyedia catering tentunya Anda juga harus menyiapkan makanan yang bergizi.

 

Namun keuntungannya, Anda tidak perlu khawatir untuk mempekerjakan karyawan.

 

Mengapa? Biasanya, makanan dikirim dalam bentuk kotak dan pihak sekolah yang mengurus persiapannya.

 

  1. Katering Rumahan

Apakah Anda memiliki keinginan untuk memasarkan katering dalam bentuk nasi kotak ke rumah tangga untuk acara tertentu?

 

Anda dapat memulai bisnis katering rumah. Modal yang dikeluarkan tidak akan terlalu besar.

 

Namun katering jenis ini cenderung bersifat “musiman” sehingga pendapatan yang dihasilkan mungkin juga tidak terlalu besar.

 

Dengan semua jenis katering, Anda dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan pelanggan Anda. Untuk menambah referensi, Anda bisa simak artikel tentang ide bisnis kelontong.

 

  1. Tentukan nama brand

Tentu saja, dalam bisnis apa pun Anda pasti membutuhkan nama merek, dan tidak terkecuali bisnis katering yang Anda geluti. Tentukan nama merek setelah Anda yakin jenis katering apa yang ingin Anda kerjakan.

 

Pilih nama merek yang mudah diingat, terkait dengan gastronomi, dan memiliki makna yang baik. Jangan salah! Memilih nama merek yang baik dapat membawa Anda keberuntungan!

 

Jangan lupa siapkan juga logonya! Dengan nama merek dan logo, bisnis Anda akan terlihat lebih profesional.

 

Logo atau merek sebanyak mungkin dicetak dan digunakan sebagai label makanan. Anda bisa melihat contoh label makanan untuk memberikan referensi label makanan yang menarik.

 

  1. Mencari supplier yang murah dan berkualitas

Harga bahan baku makanan di toko tidak bisa jauh berbeda.

 

Namun jika Anda ingin memulai bisnis katering, otomatis Anda harus menyiapkan bahan baku dalam jumlah banyak, bukan?

 

Karena selisih yang kecil akan mengurangi modal anda menjadi lebih sedikit.

 

Pilih toko yang menawarkan penyedia termurah. Tidak hanya itu, pilih juga yang berkualitas. Jangan sampai supplier menjual bahan baku yang sudah tidak segar atau bahkan sudah busuk.

 

Sebaliknya, Anda langsung pergi ke “grosir” bahan mentah dan tidak membelinya di pasar atau toko kelontong. Dengan cara ini Anda pasti akan mendapatkan harga yang cukup murah.

 

  1. Menyiapkan modal usaha

Berhubung Anda sudah mempersiapkan bisnis katering ini dengan cukup matang, kini saatnya menyiapkan modal usaha.

 

Tentu saja, modal kerja tergantung pada jenis bisnis perhotelan yang Anda pilih. Tentu saja, semakin banyak modal yang Anda keluarkan, semakin banyak keuntungan yang akan Anda dapatkan.

 

Sesuaikan modal dan skill, jangan dipaksakan. Jika ruang lingkup bisnis katering Anda sebenarnya masih bisnis rumahan, ada baiknya menggunakan modal yang tidak terlalu besar.

 

Anda dapat secara bertahap mengembangkan bisnis dan modal Anda.

 

Namun ingat bahwa Anda juga harus tepat ketika melihat modal yang digunakan dan juga keuntungan yang diperoleh. Anda bisa simak tips mengelola keuangan bisnis untuk mendapatkan gambaran bagaimana mengelola keuangan bisnis Anda.

 

  1. Melakukan Promosi

Salah satu tips terpenting untuk memulai bisnis katering adalah promosi.

 

Bagaimana orang bisa memesan layanan katering Anda jika mereka bahkan tidak tahu menu yang ditawarkan?

 

Mulai menjalankan promosi sesuai target pasar yang direncanakan sejak awal. Jika Anda memutuskan jenis katering untuk perusahaan, lakukan promosi di perusahaan tersebut.

 

Setelah Anda memutuskan jenis katering rumah, Anda dapat mulai mempromosikannya ke tetangga kompleks rumah.

 

Berbeda dengan dulu ketika promosi hanya berdasarkan dari mulut ke mulut, sekarang Anda dapat memasarkannya di web dengan pendekatan pemasaran digital.

 

Anda dapat memulai pemasaran melalui situs web, media sosial, dan periklanan digital. Semakin luas jangkauan kampanye, semakin besar peluang Anda untuk memenangkan pelanggan.

 

Juga, ketika Anda beriklan secara online, ingatlah untuk membuat barang Anda semenarik mungkin, baik itu melalui foto atau kemasan, itu semua tentang membuat konten yang menarik.

 

  1. Perhatikan citra rasa makanan

Tentunya Anda ingin bisnis katering ini terus berlanjut bukan?

 

Apalagi jika ada langganan dari pelanggan yang sebelumnya sudah melakukan pre-order. Tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi juga mendapatkan koneksi bisnis yang cukup luas.

 

Tentu saja, kualitas makanan yang dipasarkan juga harus diperhatikan.

 

Rasa makanan yang disajikan minimal harus enak, bergizi dan sesuai dengan harga yang ditawarkan.

 

Lebih baik lagi, rasa makanan katering yang dipasarkan harus memiliki rasa yang khas. Di mana ini mungkin unik untuk bisnis katering tempat Anda berada.

 

  1. Menawarkan layanan yang optimal

Jangan hanya memaksimalkan produk bisnis Anda, tetapi Anda sebagai pengusaha harus selalu menawarkan layanan yang optimal.

 

Saat merekrut karyawan, lakukan pelatihan terlebih dahulu. Jangan sampai orang yang Anda pekerjakan gagal memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

 

Pelayanan yang buruk, seperti pegawai yang kasar, pesanan makanan yang salah, katering yang tidak datang tepat waktu, tentunya akan membuat konsumen berpikir ulang untuk menggunakan jasa Anda.

 

Jangan biarkan itu terjadi!

 

  1. Pembukuan

Setelah bisnis katering Anda berdiri dan berjalan, jangan lupa untuk membuat akun reguler. Ini sangat penting. Dengan melakukan pembukuan, Anda dapat mengetahui pro dan kontra dari bisnis tersebut.

 

Setiap transaksi yang dilakukan juga dapat dicatat dengan baik, sehingga memudahkan Anda untuk mengaudit perusahaan.

 

Jangan heran, saat ini banyak sekali pengusaha muda yang sering mengabaikan pembukuan, akibatnya pencatatan keuangan tidak terdata dengan baik, bisa merusak bisnis yang sedang disibukkan.

 

Bahkan di era digital ini, Anda tidak perlu lagi melakukan pembukuan manual.

 

Pembukuan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah menggunakan aplikasi BukuWarung. Anda juga bisa mendapatkan laporan harian hingga bulanan.

 

Jika Anda mengetahui beberapa tips di atas untuk memulai bisnis katering, Anda tidak perlu ragu lagi untuk memulai bisnis katering.

 

Untuk strategi awal, semuanya tentang perencanaan yang matang, diikuti dengan pelayanan yang maksimal kepada konsumen, dan tidak melupakan pembukuan yang sangat penting.