Omicron Semakin Meningkat, Bagaimana Nasib Sekolah PTM ?

Pemerintah memperkirakan puncak kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia akan terjadi pada pertengahan Februari atau awal Maret 2022. Apa yang akan terjadi dengan sekolah tatap muka (PTM)?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pelaksanaan PTM di Indonesia memiliki kriteria yang disesuaikan dengan jenjang PPKM. Saat levelnya tinggi, implementasi PTM otomatis bisa menurunkan 50% atau bahkan 100% home learning.

“Penilaian tingkat PPKM menggunakan penilaian WHO, transmisi kesiapan dari daerah, kami mengukur transmisi per 100.000, perhotelan per 100.000,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers digital di Jakarta.
Budi Gunadi Sadikin menambahkan, berdasarkan pengalaman negara lain, Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi namun tingkat kematian yang rendah. Sehingga masyarakat tidak panik ketika melihat kasus meningkat pesat dalam waktu singkat.

“Strategi pemerintah dalam menghadapi Omicron berbeda dengan Delta. Tingkat keparahan Delta tinggi, jadi kami mempersiapkan rumah sakit dengan sangat baik. Omicron memiliki kecepatan transfer yang tinggi, tingkat keparahan yang rendah. Kebanyakan orang tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan seperti batuk, pilek, atau demam ringan. Bisa sembuh tanpa harus ke rumah sakit,” jelasnya.