Lembaga Pendidikan Al Qur’an, Harus Memiliki Kompetensi berikut Kutipannya

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur menilai Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) telah memberikan kontribusi besar dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di masyarakat. Namun demikian, masih diperlukan terobosan untuk lebih mengoptimalkan peran LPQ mengingat masih tingginya tingkat buta huruf dalam membaca Al-Quran di Indonesia.
Waryono mengatakan, setidaknya ada lima kompetensi yang harus dimiliki LPQ agar dapat berperan secara optimal. Pertama, keterampilan manajemen yang bertujuan membuat LPQ lebih terorganisir dan kompetitif
Kedua, keterampilan kepribadian untuk membentuk sumber daya manusia yang kompetitif bagi pendidikan Al Quran dan menumbuhkan rasa percaya diri. “Misalnya ditawarkan pelatihan, kursus dan peningkatan keterampilan lainnya,” kata Waryono saat memberikan arahan bagaimana meningkatkan keterampilan manajerial dan pedagogi pendidikan Al-Quran, dikutip dari website kementerian.go.ig, Kamis, 3 Februari 2022.

Ketiga, keterampilan kewirausahaan untuk mendorong kewirausahaan dan kemandirian ekonomi dari lapisan bawah dan mendukung Indonesia sebagai Mekkah Halal dunia pada tahun 2024. Keempat, kompetensi pengawasan.

“Hal ini sangat penting untuk menjaga dan menjaga kualitas LPQ agar menarik dan berdaya saing di masyarakat,” ujarnya.

Kelima, keterampilan sosial dalam pembentukan keterampilan sosial dan terbuka. Waryono mengatakan, ada tiga amanat Permenag Nomor 38 Tahun 2018 tentang pengembangan profesional berkelanjutan guru yang dapat diterapkan pada pendidikan Al-Quran.

Ketiga hal tersebut adalah pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. “Ketika ketiganya diterapkan di lembaga pendidikan Al-Quran, maka diperoleh hasil yang luar biasa,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak 30 Januari hingga 1 Februari 2022 ini dihadiri perwakilan dari LPQ Provinsi Kaltim, JFT dari Kanwil Kalteng, Kalsel dan Kaltara. Mahrus, Kasubdit Pendidikan Al’Quran, mengatakan hasil dari kegiatan ini adalah rumusan kompetensi pedagogik dan kesepakatan format kelembagaan sebagai landasan pertama untuk menyelenggarakan LPQ yang lebih baik.