Kenali ciri-ciri investasi bodong agar tidak tertipu, Jangan Sampe Tergiur!

Apa itu investasi bodong?

 

Saat sebelum berbicara lebih jauh mengenai beberapa ciri investasi yang bodong, Anda perlu ketahui lebih dulu apakah itu investasi yang bodong. Investasi bodong adalah investasi yang meminta uang dari investor untuk diinvestasikan dalam usaha atau kegiatan tertentu yang tidak pernah ada. Selanjutnya, uang investor diambil dari beberapa orang ini. Pada umumnya penipuan investasi memberi iming-iming bahkan juga paksaan untuk membuat calon investor ingin melakukan investasi. Investasi bodong memanfaatkan minimnya pengetahuan warga mengenai investasi dengan menjanjikan keuntungan yang besar.

 

Melakukan investasi adalah pilihan yang pas bila Anda ingin mengganti keuangan Anda. Investasi dilaksanakan sebagai ketetapan pensiun. Ada dua wujud investasi mandiri, investasi dalam produk keuangan dan usaha langsung seperti melakukan investasi di toko, kantor, atau real estat. Investasi pada produk keuangan yang banyak diputuskan orang adalah reksa dana. Saat melakukan investasi, Anda perlu siaga karena sampai sekarang ini ada banyak yang terkena penipuan investasi.

 

Investasi bodong tersebut adalah investasi yang meminta Anda sejumlah uang untuk diinvestasikan pada produk atau usaha yang tak pernah betul-betul ada. Orang yang minta Anda melakukan ini akan ambil uang Anda dari Anda. Maka dari itu, Anda perlu siaga dan waspada saat melakukan investasi, supaya tidak terserang penipuan investasi.

 

Sampai Juli lalu, OJK mengutarakan ada 99 investasi nakal yang tidak berijin dan sudah pasti beresiko untuk masyarakat. Investasi bodoh semacam ini umumnya manfaatkan ketidakjelasan warga akan sistem investasi dengan menjanjikan keuntungan besar. Untuk menghindar investasi yang bodong, pelajari dahulu apa saja ciri-ciri investasi yang bodong.

 

 

Jenis Investasi Bodong

Tentu saja, ingat dampak dan kerugian yang diakibatkan dari investasi yang bodong, ketahui beberapa ciri investasi yang bodong adalah langkah yang terbaik untuk menghindariinya. Sebelumnya, Anda pun perlu ketahui beberapa jenis investasi palsu yang tersebar di masyarakat. Jenis investasi penipuan ini bisa bermutasi ke bentuk atau pola apa saja, tapi sifatnya masih sama.

 

Berikut beberapa jenis penipuan investasi di Indonesia.

 

  1. Investasi online tidak Berijin

Jenis investasi penipuan yang pertama adalah investasi online yang tidak mempunyai persetujuan OJK atau Kewenangan Jasa Keuangan. Sekarang ini, investasi online sedang diminati, apa lagi bila menyaksikan keringanan dalam berbisnis. Investasi online dapat berbentuk saham, reksa dana, emas, forex sampai P2P lending. Tetapi Anda harus waspada, investasi online ini harus dilaksanakan dalam tempat yang sudah mendapatkan persetujuan OJK.

 

Bila Anda tidak mempunyai ijin, investasi online adalah investasi penipuan yang pantas diduga. Investasi online tanpa izin umumnya dilaksanakan oleh broker yang tidak bertanggung jawab. Anda perlu mengonfirmasi investasi online yang ingin Anda coba apa berlisensi atau mungkin tidak. Bila tidak, hindari terlibat lebih jauh.

 

  1. . Arisan Bodong

arisan  Bodong adalah jenis investasi penipuan selanjutnya. Investasi bodong dikemas berbentuk arisan sebagian orang dalam satu barisan, di mana tiap orang menyerahkan beberapa uang tiap bulannya. Pada saat yang sudah ditetapkan, arisan itu dikocok selanjutnya ditentukan siapakah yang mendapatkan arisan itu. Tetapi, saat sebelum Arisan dikocok dan uang dibagikan ke para juara Arisan, beberapa Arisan penipu itu lebih dulu mengambil uang dari anggota kelompok. Ini disebut perakitan palsu.

Arisan Bodong biasanya mirip dengan Arisan untuk ibu-ibu yang kompleks, tapi jumlahnya banyak dan ada umpan yang menarik. Arisan palsu dapat berupa Arisan uang, Arisan emas, Arisan mobil, atau Arisan sosial lainnya. Arisan harusnya dapat memperkuat Arisan antara anggota, tetapi memalsukan arisan malah merugikan anggota. Arisan Bodong sebagai salah satu contoh penipuan investasi yang nyata dan tersebar dalam masyarakat. Maka dari itu, dibutuhkan pengetahuan supaya masyarakat mengetahui beberapa ciri investasi yang perlu jadi perhatian supaya tidak terjerat dalam investasi yang bodong.

 

  1. Koperasi Bodong

Ada juga penipuan investasi berupa koperasi palsu. Koprasi bodong adalah penipuan berkedok koperasi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bermoral dengan tujuan untuk mengambil uang yang ada dalam koperasi. Pelaku koperasi palsu biasanya bukan koperasi asli, mereka menggunakan nama koperasi untuk menipu orang supaya yakin dan ingin menyimpan uangnya di koperasi. Selanjutnya anggota koperasi akan mendapatkan penawaran atau umpan yang menarik untuk menambahkan dana di koperasi. Tetapi, akhirnya penawaran itu tidak terang. Ini disebut koperasi palsu.

 

 

Ciri-Ciri Investasi Bodong

 

  1. Ijin Tidak Resmi/Palsu

Umumnya, tubuh hukum perusahaan investasi palsu tidak mempunyai ijin yang jelas. Maka dari itu, saat lakukan investasi, yakinkan terlebih dahulu jika perusahaan itu dengan detil untuk tentukan apa perusahaan itu hanya investasi penipuan. Instansi keuangan harus mempunyai tubuh hukum sah pemerintahan dan ijin penuh untuk bekerja di Indonesia dan memberi layanan terkait keuangan dan investasi. Perusahaan industri keuangan dan investasi harus tercatat dengan cara resmi sebagai anggota OJK untuk mengonfirmasi keamanan transaksi bisnisnya.

 

Maka dari itu, bila Anda berminat untuk melakukan investasi, yakinkan lebih dulu perusahaan itu menjadi anggota OJK. Bila sejak awalnya ijin perusahaan tidak jelas dan tidak tercatat sah di OJK, seharusnya jauhi hal itu karena investasi ini mempunyai potensi besar dan sebagai investasi penipuan. Tetapi, kadang beberapa perusahaan itu memanipulasi lisensi atau keanggotaannya, hingga lebih bagus menghubungi OJK langsung untuk memastikannya.

 

  1. Menawarkan keuntungan yang berlebihan

Karakter dari investasi bodong adalah menawarkan keuntungan atau pengembalian yang terlalu berlebih. Sebetulnya tujuan dari melakukan investasi untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, tetapi keuntungan itu harus logis. Secara umum, pengembalian investasi jangka panjang adalah sekitar 15-20%. Bila keuntungan yang ditawari oleh investasi lebih dari itu, Anda pantas curiga. Apa lagi bila periodenya benar-benar singkat.

 

Untuk membedakan karakter investasi yang baik dari investasi bodong, Anda perlu membandingkan pengembalian atau keuntungan yang ditawarkan ke bank atau suku bunga deposito. Bila penghasilan investasi jauh melewati bunga dan simpanan, karena itu penawaran itu bisa menjadi investasi penipuan. Ingatlah jika investasi yang bijaksana tidak menawarkan pengembalian yang terlalu tinggi.

 

  1. Menang dalam waktu singkat

Beberapa ciri penipuan investasi setelah itu bujukan keuntungan dalam waktu singkat. Pada intinya, makin pendek masa investasi dan makin rendah risikonya, makin rendah kesempatan pengembalian atau keuntungan. Sebaliknya, semakin lama periode waktu investasi dan makin besar resikonya, semakin besar juga kesempatan keuntungannya.

 

Nah, investasi palsu akan memberikan Anda keuntungan yang besar dalam sekejap dengan resiko minimal. Hati-hatilah saat terima penawaran investasi dengan iming-iming keuntungan instan itu.

 

  1. Sistem Penjualan Tidak Resmi

Selain itu, penipuan investasi mempunyai karakter penjualan yang tidak sah. Investasi legal dengan cara resmi dipasarkan berbentuk saham, reksa dana, emas, dan lain-lain. Baik lewat web resmi atau cara pemasaran sah yang lain. Saat bertemu dengan investasi penipuan, Anda akan menyaksikan bagaimana menjual investasi ini yang tampak palsu dan tidak resmi.

 

  1. Diminta mencari pelanggan baru

Permintaan untuk mencari pelanggan baru sebagai fitur dari investasi penipuan selanjutnya. Dalam investasi penipuan, investor umumnya disuruh untuk cari klien baru . Maka Anda ditipu dan didesak untuk mengambil anggota atau pelanggan baru. Bila penerimaan nasabah baru memiliki sifat harus dan mau tak mau, karena itu bisa dipastikan jika investasi yang ditawarkan adalah penipuan. Segera jauhi dan putuskan kontak dengan agen itu supaya tidak terlibat.