Investasi Terbaik Untuk Gaji UMR

Jika Anda berpikir bahwa berinvestasi adalah sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang menghasilkan banyak uang. Jadi Anda harus menepis pemikiran itu karena dengan gaji UMR pun Anda bisa berinvestasi asalkan Anda mengerti bagaimana mengelola uang dengan baik.

Oleh karena itu, mari kita bahas bagaimana Anda bisa berinvestasi dengan gaji UMR juga

Investasikan dengan Gaji UMR
Kesadaran anak muda dan generasi milenial untuk berinvestasi semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bahkan mengumumkan hingga 19 Oktober 2021 pasar modal Indonesia masih didominasi oleh investor berusia di bawah 30 tahun dan 30-40 tahun dengan total 81,02%.

Namun, jumlah ini perlu ditingkatkan lagi. Kebanyakan anak muda yang belum mulai berinvestasi memiliki alasan terkendala oleh gaji atau pendapatan yang tidak mencukupi. Gaji yang setara dengan upah minimum regional (UMR) terkadang dipandang sebagai penyebab kesulitan investasi.

Padahal, saat ini berinvestasi lebih mudah dan terjangkau, sehingga gaji UMR bukan lagi alasan untuk tidak berinvestasi. Ada banyak kendaraan investasi yang telah berkembang dan bisa dimulai dengan modal yang lebih murah.

Instrumen reksa dana misalnya. 20 tahun yang lalu, berinvestasi di reksa dana mungkin membutuhkan modal minimal Rp 500.000. Kini berinvestasi di reksa dana bisa dimulai dengan modal serendah Rp10.000.

Meski demikian, investasi tetap merupakan kegiatan yang membutuhkan banyak perhitungan dan persiapan, terutama bagi masyarakat dengan upah minimum yang sebenarnya hidup dalam kondisi keuangan “moderat”. Untuk dapat berinvestasi lebih jauh, diperlukan strategi dan perencanaan keuangan yang baik.

Tidak kalah pentingnya adalah pola pikir bahwa angka pendapatan bukanlah segalanya. Banyak orang berpenghasilan tinggi tidak memiliki aset karena mereka tidak mencoba untuk mulai berinvestasi.

Di sisi lain, penghasilan yang relatif rendah justru harus dijadikan sebagai pemicu kemauan untuk berinvestasi, sehingga Anda bisa memiliki rejeki yang besar di masa depan.

Tips investasi dengan konten UMR
Berinvestasi dengan penghasilan kecil membutuhkan persiapan dan perencanaan yang matang. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda mulai berinvestasi dengan upah minimum.

1. Tetapkan tujuan
Berinvestasi adalah tentang tujuan keuangan tertentu yang ingin Anda capai. Sebelum Anda mulai berinvestasi, Anda perlu menetapkan tujuan keuangan Anda agar tetap konsisten dan terukur. Tujuannya bisa apa saja, seperti berencana membeli rumah, menyekolahkan anak, atau menabung untuk masa pensiun.

2. Buat rencana
Langkah kedua setelah menetapkan tujuan adalah membuat rencana berdasarkan situasi keuangan Anda. Misalnya, menghitung pendapatan bersih bulanan. Kemudian hitung selisih antara pendapatan bersih bulanan dan biaya layanan dasar per bulan. Sisa dana hasil perhitungan dapat digunakan sebagai dana investasi. Namun, sebaiknya jangan lupa untuk meninggalkan biaya cadangan atau biaya tak terduga.

3. Alokasikan anggaran
Seperti yang telah disebutkan pada langkah sebelumnya, dana untuk investasi harus benar-benar disisihkan sejak awal. Jangan menunggu dana “sisa bulanan”. Ini akan membuat Anda terbiasa berinvestasi secara konsisten dan disiplin.

4. Biasakan hidup hemat
Cobalah untuk meningkatkan investasi Anda setiap saat. Seiring waktu, akumulasi dana investasi akan terus bertambah dengan meningkatkan anggaran yang dialokasikan untuk investasi. Salah satu manifestasinya adalah kepuasan.

Tentu ada banyak cara untuk menghemat uang, contohnya jika Anda memiliki anggaran sebesar Rp. 25.000 untuk makan. Anda bisa menghematnya dalam Rp. 20.000. Tabungan ini dapat dialokasikan untuk pundi-pundi investasi.

Memilih kendaraan investasi yang tepat
Pilih kendaraan investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan yang ingin Anda capai. Misalnya, dalam investasi jangka panjang seperti tabungan untuk membesarkan anak atau menabung untuk masa pensiun, Anda dapat memilih investasi yang lebih aman dan kurang berisiko seperti tabungan emas dan investasi real estate.

Sementara itu, untuk investasi jangka pendek atau menengah, Anda bisa memilih sarana investasi yang memiliki potensi keuntungan lebih besar, seperti saham, reksa dana, obligasi, dan pasar uang.