Cara Mengatasi Bullying Di Lingkungan Sekolah

Bullying adalah tindakan kekerasan yang digunakan untuk menyakiti secara verbal, fisik, atau psikologis seseorang atau sekelompok orang, membuat korbannya merasa tertekan, trauma, dan tidak berdaya.

 

Seperti yang kita ketahui, bullying adalah segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat

 

atau kekuasaan atas orang lain, bertujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

 

Meski dicap sebagai tempat belajar, tempat bersosialisasi, dan tempat pengenalan karakter, sekolah juga berpotensi menjadi tempat penyebaran bullying. Setiap anggota sekolah berpotensi menjadi pelaku intimidasi dan korban di lokasi tertentu. Bullying di sekolah dapat dilakukan oleh guru terhadap siswa, orang dewasa di lingkungan sekolah (staf administrasi, administrator sehari-hari, atau petugas keamanan sekolah non-guru), siswa yang lebih tua terhadap siswa yang lebih muda, atau siswa dengan teman sebaya.

 

 

Bentuk-bentuk bullying yang terjadi di sekolah

Dalam berbagai kegiatan di sekolah, setiap warga sekolah baik itu guru, staf maupun siswa selalu dilibatkan untuk berpartisipasi. Meski bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kegiatan ini seringkali memicu konflik yang berujung pada beberapa bentuk bullying. Sadarilah bahwa ada berbagai jenis intimidasi yang dapat terjadi di lingkungan sekolah.

 

  • intimidasi verbal

Bullying jenis ini biasanya diungkapkan melalui kata-kata yang tidak menyenangkan. Bisa dalam bentuk ejekan, caci maki, hinaan, hinaan, celaan dan fitnah. Semua bentuk ekspresi verbal yang menyakiti orang lain adalah bentuk verbal bullying.

 

  • intimidasi fisik

Ketika kita berbicara tentang fisik, itu terkait erat dengan fisik atau tubuh seseorang. Bullying fisik adalah bentuk kekerasan di mana seseorang secara fisik dirugikan. Bentuk kekerasan ini bisa berupa menendang, memukul, menampar atau meludahi seseorang.

 

  • Penindasan Relasional

Di sekolah, relationship bullying terjadi karena adanya kelompok tertentu yang bertentangan dengan kelompok atau individu lain, sehingga mengakibatkan tersingkirnya seseorang yang dipandang sebagai lawan, seorang siswa yang dianggap “berbeda” dengan kebanyakan siswa di sekolah tidak hanya dikucilkan, tetapi juga dikucilkan. diabaikan, diejek, dengan apa pun yang mungkin mengasingkan siswa dari kelompoknya.

 

Sama seperti bentuk dan jenis intimidasi atau intimidasi yang berbeda, ada juga alasan yang berbeda mengapa intimidasi dapat terjadi dan bagaimana kita dapat mengatasinya. Grameds bisa belajar melalui diskusi di buku Stop Bullying.

 

Contoh kasus bullying di Indonesia yang terjadi di sekolah pada tahun 2020

  • Kasus bullying yang menimpa siswa SMP di Malang

Seorang siswa SMP berinisial MS (13) menjadi korban bullying oleh teman-teman sekelasnya. Siswa tersebut dijemput oleh ketujuh temannya dan kemudian dijatuhkan ke trotoar. Tak hanya sekali, korban digendong sekali lagi lalu dijatuhkan di dekat pohon. Korban dirawat di rumah sakit karena kekerasan fisik dan jari tengahnya diamputasi karena tidak berfungsi lagi. Kejadian ini sangat berbahaya, bahkan jika pelakunya hanya berargumen untuk iseng.

 

  • Siswa menggertak gurunya di Gresik

Terjadi sekitar Februari 2019. Seorang siswa sesekali menyenggol gurunya dengan menunjuk guru dengan tangan terkepal. Siswa melakukannya di kelas selama jam pelajaran. Siswa melakukannya sambil merokok di dalam kelas.

 

Guru tidak menjawab, hanya menatap wajah siswa. Kejadian tersebut direkam oleh temannya saat dia sedang menertawakan kejadian tersebut. Tindakan ini dianggap sebagai lelucon oleh siswa. Namun, ini termasuk tindakan yang tidak pantas dan termasuk dalam sifat bullying fisik.

 

Studi kasus di atas adalah beberapa kisah sedih korban bullying yang pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan. Namun, tidak jarang para korban ini meninggal akibat kekerasan bersama, termasuk kekerasan di sekolah.

 

Psikolog dan konselor, Yunita Kristanti Nur Indarsih, mengatakan balas dendam juga bisa menjadi penyebab utama bullying di sekolah, selain persaingan dan kecemburuan. Akar kepahitan yang dialami sejak dini membuat anak usia sekolah rentan menyakiti teman sebayanya, meski anak tersebut masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

 

Pengaruh orang dewasa menjadi panutan bagi anak sekolah. Anak-anak suka meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Sehingga sikap dan cara berbicara mereka menyerupai orang dewasa yang dekat dengan mereka.

undang-undang Bullying

Terkadang tindakan seperti ini dipandang sebelah mata dan tidak mendapat perhatian dari para guru atau orang dewasa di sekitar satuan pendidikan. Bullying adalah pelanggaran hak asasi manusia, jadi hal semacam ini memiliki kerangka hukum dalam undang-undang negara kita.

 

Kecuali undang-undang perlindungan anak. Kasus-kasus bullying di lingkungan satuan pendidikan memiliki kerangka hukum sebagaimana diatur di bawah ini.

 

Pasal 54 UU No. 35 Tahun 2014

Anak di dalam dan di dalam satuan pendidikan harus dilindungi dari tindakan kekerasan fisik, psikis, seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain.

 

Pelajari berbagai undang-undang terkait kejahatan anak lainnya melalui buku Undang-Undang Perlindungan Anak: Panduan Memahami Anak yang Berkonflik dengan Hukum.

 

  1. Identifikasi bullying sejak dini

Bagi Anda yang memahami bahaya bullying. Alangkah baiknya jika kita semua berusaha menghentikan segala bentuk kekerasan khususnya di lingkungan sekolah, agar suasana belajar kita kondusif, menyenangkan dan apa yang ingin kita capai. Ada baiknya untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk bullying dan mengambil langkah-langkah berikut untuk menghentikan bullying.

 

  1. Saat kamu di bully
  • Tetap percaya diri dan berani dalam menghadapi bullying.
  • Simpan semua bukti perundungan yang dapat Anda laporkan kepada orang dewasa yang dekat dengan Anda dan yang Anda percayai, seperti polisi.
  • Jangan pernah takut untuk angkat bicara atau mengadu walaupun diancam oleh pelaku, karena mengancam juga termasuk tindak pidana.
  • Bergaul dengan teman-teman yang akan membuat Anda merasa percaya diri dan selalu berpikir positif.
  • Tetap berpikir positif. Tidak ada yang salah dengan Anda selama Anda tidak merugikan orang lain. Jadilah diri sendiri dan lawan ketakutan Anda dengan percaya diri.

 

  1. Jika Anda melihat intimidasi
  • Jangan diam!
  • Cobalah untuk berdandan!
  • Dukung korban bullying untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri mereka dan dorong mereka untuk terus bertindak positif
  • Bicaralah dengan orang yang paling dekat dengan si penindas agar mereka bisa memberikan perhatian dan masukan kepada si penindas!
  • Melaporkan pihak-pihak yang mungkin menjadi penegak hukum di wilayah tempat terjadinya bullying, seperti: misalnya kepala sekolah dan guru, ketika guru atau kepala sekolah adalah pelakunya, mis. B. tokoh masyarakat atau aparat penegak hukum!
  • Berbagai pihak terlibat dalam bullying, dan tindakan satu orang dapat mengubah situasi yang ada.