Bagaimana Impor Tekstil Memicu PHK Massal ?

Aturan Impor Tekstil memang kerap berbuntut masalah.

Ada Sejumlah Aturan yang membuka peluang impor, sehingga bukan hanya produsen yang bisa mengimpor tekstil untuk bahan baku, tapi juga pedagang.

Pengusaha Kian terjepit karena, pada saat permintaan dalam negeri melorot lantaran pasar dibanjiri produk impor yang murah, eskpor ke sejumlah negara, seperti AS, Jepang, dan China menurun drastis.

Para Produsesn yang berorientasi ekspor pun mengalihkan penjualan ke pasar domestik sehingga terjadi kelebihan pasokan.

Bagaimana Pemerintah menanggapi gelombang PHK massal karyawan Industri Tekstil ?

Dia mengatakan, ada beberapa langkah untuk melindungi industri TPT, antara lain larangan terbatas (lartas) produk impor di sektor ini agar ada keseimbangan antara sektor hulu dan hilir.

“Lartas bisa jadi senjata kita, alat kita, kita lihat di sektor tekstil ini harus ada harmonisasi intermediet hulu dan hilir, kita harus ambil kebijakan yang tepat, jangan sampai lartas di sektor hulu, hilir dan mempengaruhi perantara. kinerja. “Perlambatan dan sektor negatif dapat dipertahankan,” katanya.

Selain itu, salah satu cara untuk menjaga industri yang sedang lesu itu tetap lestari adalah melalui restrukturisasi kredit perbankan yang sedang dibahas dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Menunggu relokasi industri, kebijakan kami adalah bahwa ada kesetaraan yang jelas. Hampir 80 persen kawasan industri dalam RPJMN yang sedang dibangun berada di luar Jawa, upaya pemerintah untuk mewujudkannya sama,” katanya.