Awas Hati Hati Afiliator Binomo Cs, Diduga Penipuan

Aktivitas melalui platform binary options seperti Binomo tentu merugikan masyarakat, terutama bagi para pengguna aplikasi tersebut. Orang-orang yang merasa dirugikan oleh Binomo dan sejenisnya diminta untuk mengumpulkan bukti-bukti yang relevan.
Kepala Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan bahwa kelemahan platform seperti Binomo dapat dilihat dalam aktivitas mereka seperti perjudian daripada perdagangan atau perdagangan resmi. Dia menyebut aktivitas dalam aplikasi opsi biner mirip dengan perjudian karena tidak ada komoditas nyata yang diperdagangkan di sana.
Tongam mengatakan bahwa afiliasi bekerja dengan prinsip bahwa jika mereka berhasil merekrut pengguna baru, mereka akan mendapatkan banyak keuntungan dan/atau lebih banyak pengguna aplikasi akan menderita kerugian.

Di afiliator  ini kita melihat afiliasi bekerja untuk broker dari luar negeri dengan prinsip bahwa semakin banyak orang yang direkrut dari Indonesia dan semakin banyak orang yang kalah, semakin banyak keuntungan atau bonus yang mereka dapatkan. Ini adalah kebalikan dari influencer yang membantu orang mendapatkan hasil. Investasi yang lebih tinggi. Afiliasi ini merugikan konsumen,” katanya.
Tongam mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap penawaran investasi yang tidak masuk akal seperti yang berasal dari platform binary options. Pasalnya, menurut pengalaman Satgas Waspada Investasi, nilai kerugian yang dialami pengguna platform mungkin belum sepenuhnya pulih.
“Pengalaman kami tidak ada pengembalian 100% (uang rakyat) karena uang itu digunakan untuk memberikan bonus dan di luar fungsi utamanya. Itu sebabnya kami di Satgas Waspada Investasi selalu memblokir sebelum ada yang mengunduhnya, meskipun beberapa entitas ini masih ada di komunitas. Oleh karena itu, menurut pengalaman kami, tidak akan ada pengembalian 100% (uang pengguna) karena mereka (platform investasi nakal) sebenarnya adalah modus operandi penipuan,” katanya.